JajanDekat
kota · 15 September 2026

Jajanan Kaki Lima Legendaris di Surabaya: dari Lontong Balap sampai Rawon Setan

Kota Pahlawan, Surga Kuliner Kaki Lima

Surabaya dikenal sebagai salah satu kota dengan budaya jajan malam paling hidup di Indonesia. Begitu lampu jalan menyala, aroma bumbu dari gerobak pedagang langsung memenuhi udara.

Lontong Balap Pak Gendut. Berdiri sejak 1958 di Jalan Embong Malang, hidangan ini memadukan lontong, tauge, lentho (perkedel kacang tolo), dan tahu goreng disiram kuah bening berbumbu petis dan bawang.

Rawon Setan, Embong Malang. Rawon berkuah hitam pekat berbahan kluwek ini mendapat julukan "setan" karena dulu warungnya hanya buka larut malam. Daging sapinya empuk, kuahnya kaya rempah.

Tahu Tek. Potongan tahu goreng dan lontong disiram saus petis yang gurih sedikit manis — ciri khas yang membedakannya dari tahu campur kota lain. Ditaburi kerupuk dan timun segar, biasa dijajakan dari gerobak dorong.

Rujak Cingur Ahmad Jais. Perpaduan buah, sayur, dan cingur (moncong sapi) yang disiram bumbu petis kental — salah satu hidangan paling ikonik Jawa Timur.

Sate Klopo. Sate dengan lumuran parutan kelapa yang disangrai sebelum dibakar, memberi rasa gurih berbeda dari sate pada umumnya.

Kawasan Tunjungan dan Kya-Kya Kembang Jepun juga jadi titik kumpul jajanan ringan seperti sempol, pentol, dan tahu tek di malam hari, sekaligus jadi ruang nostalgia bagi warga kota.

Dari rawon panas hingga rujak cingur pedas, kuliner kaki lima Surabaya adalah cerminan karakter kota yang berani dan penuh rasa.

Cari pedagang jajanan di sekitarmu
Buka JajanDekat, gratis dan tanpa akun →

Artikel lainnya

Kuliner Khas Kutai Timur: dari Bubur Pedas Sangatta sampai Nasi BekeporJajanan Kaki Lima Legendaris di Semarang: dari Lumpia Gang Lombok sampai Tahu PongJajanan Legendaris Palembang: dari Pempek Candy sampai Martabak HARJajanan Legendaris Malang: dari Bakso President sampai Cwie Mie GloriaJajanan Kaki Lima Legendaris di Yogyakarta: dari Gudeg Mbah Lindu sampai Oseng Mercon