Jajanan Kaki Lima Legendaris di Makassar: dari Coto sampai Pisang Epe
Cita Rasa Sulawesi Selatan di Pinggir Jalan
Makassar punya identitas kuliner yang kuat, dari sup daging berbumbu kacang sampai jajanan pisang bakar khas Pantai Losari.
Coto Makassar. Hidangan simbol kota ini berupa sup daging sapi dengan kuah cokelat kehitaman dari kacang tanah yang dihaluskan dan campuran rempah khas Bugis-Makassar. Biasa disantap bersama ketupat atau burasa.
Pallubasa. Mirip coto tapi dengan tambahan kelapa parut sangrai dan bisa diberi topping telur mentah. Warung legendaris seperti Pallubasa Serigala dan Pallubasa Onta selalu ramai pelanggan.
Sop Konro. Sup iga sapi berkuah gelap berempah, salah satu hidangan berat paling dicari wisatawan yang datang ke Makassar.
Pisang Epe, Pantai Losari. Jajanan kaki lima paling ikonik di kawasan ini: pisang kepok dibakar lalu dipipihkan dengan papan kayu, kemudian disiram saus gula merah cair. Kini juga tersedia varian topping keju, cokelat, dan durian.
Gogoso. Ketan bakar dibungkus daun pisang, disajikan bersama telur asin dan kacang rebus — biasa muncul saat perayaan Idul Fitri, khas budaya Bugis-Makassar.
Sarabba. Minuman jahe hangat khas Makassar, banyak dijual di warung kopi tradisional dan pedagang kaki lima, cocok menemani malam di tepi Pantai Losari.
Dari sup gurih hingga jajanan manis pisang bakar, kuliner kaki lima Makassar menunjukkan kekayaan rasa pesisir Sulawesi Selatan yang otentik.