Jajanan Kaki Lima Legendaris di Bandung: dari Mie Kocok sampai Cireng
Kota Kembang, Surga Jajanan Sunda
Bandung punya budaya jajan kaki lima yang kuat, dengan banyak warung dan gerobak yang masih dijalankan generasi kedua atau ketiga pemiliknya.
Mie Kocok Persib. Legendaris sejak 1963, mie kocok ini disajikan dengan kuah gurih berkaldu, kikil, dan iga — cita rasanya konsisten terjaga lebih dari enam dekade.
Bubur Ayam Pak Otong. Berjualan sejak 1947, dulunya dipikul keliling dan kini menetap di Jalan Jenderal Sudirman. Salah satu bubur ayam paling dicari di Bandung.
Baso Tahu Mang Ade. Berdiri sejak 1975 dengan gerobak sederhana di Jalan Ternate, menyajikan paket baso tahu berisi siomay, tahu rebus, tahu goreng, kentang, dan telur.
Cireng Cipaganti. Jajanan khas Sunda dari tepung tapioka dan kanji yang digoreng lalu dilumuri saus kacang. Populer sejak awal 2000-an dengan varian isi sosis, abon, hingga keju.
Odading. Jajanan legendaris anak sekolah khas Bandung sejak zaman kolonial, kini hadir dalam versi modern dengan lumeran krim keju atau cokelat.
Ceu Mar, Jalan Banceuy. Warung prasmanan khas Sunda sejak 1974, menyediakan aneka lauk seperti tempe goreng, ayam panggang, dan gulai daging — jadi tujuan makan malam warga lokal maupun wisatawan.
Dari mie kocok hangat sampai cireng renyah, kuliner kaki lima Bandung memadukan resep Sunda turun-temurun dengan kreativitas jajanan kekinian.